Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Militer. Tampilkan semua postingan

Selasa, 20 Mei 2014

Baju Anti Radiasi


PERANG nuklir adalah sesuatu yang harus dihindari oleh seluruh umat manusia yang mendiami planet Bumi satu-satunya ini, terutama bagi negara-negara yang berpotensi memiliki senjata pemusnah massal ini, mereka mesti mengendalikan teknologi riskan ini untuk manfaat yang lebih besar bagi kesejahteraan umat manusia. Peristiwa Hirosima dan Nagasaki, biarlah menjadi kenangan kelam dan sekaligus pelajaran bagi umat manusia, jangan sampai terulang lagi.

Namun demikian, bencana nuklir yang disengaja maupun tak disengaja selalu saja terjadi. Ingat peristiwa kebocoran nuklir di Chernobyl, atau yang baru-baru ini terjadi, serangan Israel ke Jalur Gaza, Palestina yang diduga melibatkan bom berbahan radioaktif. Untuk hal inilah umat manusia perlu memiliki perlindungan dari hal-hal yang tak terduga ini, upaya-upaya preventif juga diperlukan, salah satunya yang dilakukan oleh RST, sebuah perusahaan yang mengembangkan sistem perlindungan personel terhadap ionisasi dan radiasi nuklir.

RST atau Radiation Shield Technologies, berhasil melakukan terobosan teknologi dengan membuat sistem perlindungan yang siap pakai. Demron, demikian mereka menyebutnya, sebuah teknologi berbasis nano untuk bahan pelindung pertama di dunia yang dirancang tahan berbagai jenis bahan kimia, biologi, radiologi dan bahkan kecelakaan insiden nuklir sekalipun.

Menurut RST, Demron terdiri dari sebuah senyawa polimer nano antiradiasi yang digabung di antara lapisan kain dan diproduksi menjadi pakaian pemblokir radiasi nuklir. Pakaian ini terbuat dari logam cair yang bebas timah hitam, bebas racun maupun PVC. Dari uji coba di Lawrence Livermore National Laboratory, bahan ini terbukti mampu memblokir sinar gamma, sinar-X dan emisi nuklir lainnya. Baju antiradiasi ini telah digunakan oleh NATO, NASA, garda nasional, Angkatan Laut AS, juga beberapa negara telah memanfaaatkannya seperti, Uni Emirat Arab, Korea Selatan, China, Arab Saudi dan Australia.

Sayangnya, Demron sangat berat, bobot "kain" ini sekitar 6 pon per kaki persegi. Lembaran seukuran 6 x 6 inchi saja bobotnya bisa mencapai 200 pon lebih, tak aneh karena ini adalah perisai portabel yang menawarkan perlindungan dari sumber-sumber energi tinggi.

Contoh-contoh pakaian yang dibuat dari Demron di antaranya berbentuk pakaian seluruh badan, rompi, selimut dan celemek yang diperuntukan bagi keperluan militer maupun medis. Produk yang telah dipatenkan ini bisa Anda pesan secara online di situs RST, www.radshield.com. Mau tahu harganya? Selembar selimut nuklir diharga mulai dari $6,499.99 atau kira-kira Rp 76 juta, pakaian pas badan lengkap dihargai mulai $1,399.99 (Rp 16 juta), celemek berharga $699.99 (Rp 8 juta).

Rabu, 15 Januari 2014

5 Senjata Nuklir Tergila

1. The Davy Crockett

Tidak seperti bom nuklir biasa yang dijatuhkan dari pesawat pembom. Davy Crockett mengembangkan senjata nuklir dari darat. Dilihat dari gambar di atas senjata ini seperti mortar akan tetapi lebih besar. Kenapa ini dibilang gila ? karena mungkin saja bom nuklir meluncur gak jauh-jauh amat dan meledak. Tau sendiri ledakan nuklir gimana ?

2. Atomic Annie
 
Atomic Annie, aka M63 lebih mirip meriam dari pada bom nuklir. Jangan salah meriam ini malah meluncurkan proyektil nuklir WOW..... yang lebih aneh

Selasa, 24 Desember 2013

List Tank Destroyer (penghancur) Jerman Bagian 2

Marder I


Marder I (SdKfz 135) tank pnghancur Jerman pada saat Perang Dunia 2, dipersenjatai dengan meriam 75 mm anti-tank gun. Kebanyakn Marder di buat di markas Tracteur Blindé 37L (Lorraine). Jerman mendapatkan lebih dari 300 setelah Fall of France pada

Minggu, 22 Desember 2013

List Tank Destroyer (penghancur) Jerman Bagian 1

 

10.5 cm K (gp.Sfl.)

 10.5 cm K gepanzerte Selbstfahrtafette ("10.5 cm senjata di badan") dipakai Nazi Jerman dan dipakai saat perang dunia 2.

Akan tetapi aslinya di buat sebagai Schartenbrecher ("bunker buster atau penghancur bunker") untuk di pakai melawan

Senin, 25 November 2013

List tank Panzer Jerman pada PD 2

1. Panzer I, Tank Pertama yang di buat oleh Jerman. Ini tidak didisain untuk perang, tapi sebagai tank latihan bagi kru tank, dan di persiapkan sebagai perang.
Panzerkampfwagen I




Panzerkampfwagen I Ausf. A on display at the Deutsches Panzermuseum Munster, Germany
Type Light tank
Place of origin Germany
Service history
In service 1934–1954
Used by Nazi Germany, Bulgaria, Republic of China, Hungary, Spain
Wars Spanish Civil War, Second World War, Second Sino-Japanese War
Production history
Designed 1934
Manufacturer Henschel, MAN, Krupp, Daimler
Produced 1934–1936
Number built 833
Specifications
Weight 5.4 tonnes
Length 4.02 m
Width 2.06 m
Height 1.72 m
Crew 2; Commander and Driver

Armor Between 7 and 13 mm
Primary
armament
Two 7.92 mm MG13 machine guns
Engine Krupp M 305 four cylinder air cooled gasoline engine.
60 PS (59 hp, 44 kW)
Power/weight 11.1 PS/t
Suspension Quarter-elliptical leaf spring suspension.
Operational
range
200 km on-road; 175 km off-road.
Speed 50 km/h on-road; 37 km/h off-road.


2. Panzer II, Panzer II sudah memasuki

produksi karena pembuatan Medium Tank, yang

Kamis, 05 Januari 2012

Gustav Canon, Meriam Terbesar Di Dunia Yang Pernah Dibuat Adolf Hitler


Ini adalah contoh ambisi Adolf Hitler. Dalam sejarah, meriam terbesar yang pernah dibuat adalah “Gustav Gun” yang dibangun di Essen, Jerman pada tahun 1941 oleh perusahaan Friedrich Krupp AG. Senjata raksasa ini dibangun atas perintah langsung dari Adolf Hitler untuk tujuan menghancurkan benteng Maginot Line yang melindungi perbatasan Perancis. Agar hal tersebut tercapai, Krupp dmerancang meriam kereta api raksasa seberat 1.344 ton dengan diameter laras 800 mm (31,5 “) dan dilayani oleh 500 orang kru!. Hitler juga memerintahkan untuk membuat sekaligus 3 buah meriam berukuran sama.
Bicara kekuatan, raksasa ini dikabarkan mampu menembus dinding beton bertulang

Kamis, 15 Desember 2011

10 tentara nazi yang di takuti semasa perang dunia ke-2


http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/6/64/HansUlrichRudel.jpeg/220px-HansUlrichRudel.jpeg
Oberst Hans-Ulrich Rudel (1916-1982)

Stuka : Oberst Hans-Ulrich Rudel (1916-1982). Inilah manusia yang dianggap jago semua jago Jerman, manusia paling pemberani yang dipunyai Hitler, dimana seakan efek perang tak pernah tampak dari wajahnya yang selalu tersenyum.

Penghargaan tertinggi yang bisa diberikan Jerman pada putra terbaiknya, Goldenem Eichenlaub, menjadi miliknya seorang dan tidak selainnya. Sebagai seorang pilot Stuka, catatan kemenangan Rudel akan membuat siapapun ternganga.

Inilah rincian dari 2.000 mesin-mesin perang musuh yang telah Rudel hancurkan.



Selasa, 13 Desember 2011

Nazi German Kriegsmarine












Sebelum mengobarkan api Perang Dunia II, sebenarnya Angkatan Laut Jerman (German Kriegsmarine) berada dalam kondisi belum siap karena masih kekurangan armada. Saat itu hanya ada 21 destroyer, 57 U-boat dan 11 kapal lain dalam berbagai ukuran yang tengah dibangun. Kurangnya armada kapal-kapal perang itu celakanya disebabkan oleh minat Hitler sendiri yang lebih mengutamakan perhatiannya kepada AU dan AD Jerman. Apalagi ketika Jerman menggempur Polandia dan dengan mudah mampu menaklukkannya, peran Kriegsmarine masih terpinggirkan karena medan tempur masih didominasi oleh AD dan AU Jerman.




Pada rencana berikutnya, yaitu ambisi untuk menguasai Prancis dan Eropa Timur, peran Kriegsmarine ternyata menjadi demikian penting. Hitler mulai menyadari kelemahan Kriegsmarine.





KAPAL RAKSASA NAZI - Kapal Perang berukuran raksasa yang menjadi andalan Nazi, Tirpitz tengah diluncurkan dari galangan kapal Wilhemshawen. Tirpitz bersama saudaranya Bismarck kemudian menjadi kapal perang yang paling ditakuti oleh Inggris.

Begitu Kriegsmarine diminta untuk segera terjun ke kancah PD II yang medannya sangat luas, Kepala Staf Kriegsmarine Grand Admiral Erich Raeder menjadi orang pertama yang paling kelabakan. Terlebih kekuatan lawan yang hams dihadapi adalah negara yang sudah beratus tahun dikenal sebagai raja lautan, Inggris. Oleh karena itu, ketika Laksamana Raeder dipanggil Hitler pada Juli 1939 untuk membahas kekuatan armada lautnya, langsung keluar keputusan final Jika Jerman tak ingin kalah, hams segera bikin kapal-kapal perang besar. Segala daya upaya dikerahkan mengingat Kriegsmarine hams dibangun secepat mungkin dan dalam skala besar-besaran. Salah satu proyek besar Nazi adalah membangun kapal perang raksasa Bismarck dan Tirpiz.

Sambil membangun Kriegsmarine, Nazi German melanjutkan kembali amuk invasinya dan sukses mencaplok Prancis. Sekali lagi berkat peran AD dan AU yang masih dominan, terutama Lutfwaffe dan Divisi Lapis Baja Jerman. Peran AL Jerman mulai kelihatan saat kapal perang Jerman ukuran kecil, pocket battleship Admiral Graf Spee, mulai beraksi. Kapal perang berawak 1.135 orang itu sengaja diluncurkan sebelum Jerman mengumumkan perang dengan Inggris. Begitu perang meletus, Graf Spee yang sudah siaga di tengah lautan langsung menghajar kapalkapal dagang Inggris. Korban yang diakibatkan Graf Spee sangat besar. Sehingga Inggris harus mengerahkan seluruh kekuatannya guna memburu kapal yang pintar menghilang itu.

Pada awal 1940-an, proyek raksasa Jerman yang dikerjakan secata diam-diam selesai dan meluncurlah dua kapal perang raksasa Bismarck dan Tireitz. Dan segi persenjataan dan kualitas fisiknya, dua kapal perang ini jauh lebih baik dibanding kapal perang Inggris yang sudah ada. Selain itu, Jerman juga sudah memiliki tambahan 20 U-boat, kapal selam mini yang secara khusus dipersiapkan guna menghadang armada kapal Inggris di Lautan Atlantik.

Baru pada 1943 saat PD II sedang dalam kondisi paling puncak, Kriegsmarine mampu mewujudkan armada laut besar. Terutama armada U-boat yang berjumlah sekitar 1.000 kapal dan mampu bertempur bak siluman serta berhasil menenggelamkan ratusan kapal sekutu. Jumlah itu cepat sekali menyusut, khususnya dari segi SDM, setelah Jerman mulai dilanda kekalahan.

Secara umum antara 1935-1945, ke kuatan armada Kriegsmarine terdiri dari tiga pocket battleships, dua kapal perang Bismarck dan Tirpitz, dua kapal perang penjelajah Scharnhorst dan Gneisenau, tiga penjelajah berat, enam penjelajahringan, sejumlah kapal destroyer ukuran kecil, sejumlah kapal torpedo dan penyapu ranjau, gunboat, E-boat yang merupakan sisa peninggalan PD I dan U-Boot. Dari armada itu, kapal U-boat yang merupakan pembunuh paling ampuh. Dengan konsep kecil-kecil cabe rawit, armada laut Inggris dan AS nyaris ditumpas habis.

The First Mission

Kendati setelah kalah dalam PD I dan pada permulaan Nazi berkuasa, AL Jerman dianaktirikan, diam-diam Jerman telah membuat kapal selam mini, U-boat. Proyek rahasia itu dikerjakan di kawasan Finlandia dan Spanyol. Sebagai negara yang kalah perang, Jerman memang dikenai aturan dan sangsi ketat, Versailles Treaty. Utamanya dalam soal pembangunan persenjataan. Pihak yanibertugas sebagai pengawas tak lain Inggris dan sekutunya.





AKSI U-BOOT - Kauai pengangkut pesawat tempur Inggris, Royal Ark berhasil dihancurkan U-boat setelah dihantam dua torpedo. Nagai berbobot 22.500 ton itu karam dalam waktu 15 menit. Sebanyak 518 awaknya tewas dan hilang. Pelaku penghancuran kilat itu adalah U-boat tipe VITA yang dikomandani oleh Letnan Otto Schuhart.

Proyek rahasia itu bahkan belum diketahui Hitler selain karena bos Nazi ini belum berkuasa penuh juga karena secara hobi is tidak begitu tertarik dunia kelautan. Ketika antara 1932-1933 Hitler mulai berkuasa dan komandan Reichmarine Admiral Zenker menunjukkan sejumlah miniatur kapal perang yang rencananya akan dibangun, khususnya U-boat, Hitler yang minim pengetahuan strategi maritim sebenarnya juga masih belum menunjukkan minat. Baru setelah Admiral Zenker memaparkan bahwa tantangan ke depan kekuatan laut turut menentukan, Hitler mulai memberikan lampu hijau.

Agar tujuan membangun Kriegsmarine aman dan tak melanggar Versailles Treaty, Jerman setuju menandatangani perjanjian Anglo-Jerman. Salah satu poin larangan Anglo-Jerman, kapal yang dibangun Jerman tak boleh menyamai bobot dan kemampuan kapal-kapal perang yang dimiliki Inggris. Aturan yang sebenarnya mengandung kelemahan fatal itu langsung dimanfaatkan Jerman untuk memproduksi U-boat, kapal kelas kecil yang jauh dari bobot dan kemampuan jelajah kapal Inggris. Proyekpembuatan kapal kecil itu memang •tak menimbulkan kecurigaan sekutu mengingat bentuk dan ukurannya “tidak mengancam”. Padahal kemudian sejarah membuktikan, kapal selam andalan Kriegsmarine inilah yang dalam PD II paling banyak menimbulkan kerugian besar kapal dagang dan perang Inggris.

Untuk urusan dan tanggungjawab pengadaan kapal-kapal U-boat, Hitler mempercayakan kepada komandan satuan kapal perangnya yang telah kenyang pengalaman selama PD I, Admiral Doenitz. Sesuai perhitungan Doenitz, untuk mengontrol lautan Atlantik Utara yang merupakan jalur utama kapal-kapal dagang Inggris dibutuhkan sekitar 300 kapal U-boat. Namun karena pada awal PD II, Jerman hanya memiliki 57 U-boat, sambil terus memproduksi U-boat baru, di bawah komando Admiral Doenitz, serangan yang direncanakan secara matang dan teliti mulai dilancarkan.

Serangan awal U-boat yang kemudian menjadi peristiwa fenomenal adalah penyusupan sebuah U-boat, ke jantung pangkalan laut terbesar Inggris, di teluk Scapa Flow, Oktober 1939. Serangan yang diotaki Admiral Doenitz itu dilaksanakan oleh komandan kapal selam U-boat 47. Kapitaen Leutnan Gunter Prien. Pangkalan AL Inggris, Scapa Flow memiliki lokasi yang sangat strategis, dijaga ketat dan pintu gerbangnya merupakan selat kecil.

Selat alami yang memiliki keda terbatas dan dimungkinkan tak bisa dilewati kapal selam itu telah diisi kapalkapal tua yang sengaja ditenggelamkan, blockship dan berarus besar. Rintang berupa kapal yang dikaramkan itu mem bertujuan menghalangi atau memblo kapalselam Jerman yang diperkirakan a datang menyerang. jadi sebenarnya Sca Flow sudah sedia payung sebelum hujan termasuk menyiagakan meriam pantai berkaliber besar.



Tugas yang diberikan kepada Gunter Prien sesungguhnya sangat berat dan mustahil mengingat upaya penyusupan kapal-kapal selam Jerman pada masa PD I gagal total. Prien yang merupakan pelaut terbaik Jerman dan pada awal perang sudah mengaramkan dua kapal pengangkut Inggris, setelah mempelajari situasi dan kondisi Scapa Flow, dengan mantap menerima tugas Admiral Doenitz.. Misi Prien dan anak buahnya yang telah disiapkan secara matang itu akhirnya berlangsung sukses.

U-47 yang berukuran kecil ternyata mampu menerobos rintangan Scapa Flow. U-boat ini meluncurkan sejumlah torpedo dan menghancurkan kapal perang kebanggaan Inggris, Royal Ark. Lebih dari 800 perwira dan anak buah Royal Ark tewas dan kapalnya sendiri lenyap ke dasar laut hanya dalam hitungan menit. Lebih spektakuler sekaligus membuat kagum Inggris terhadap kepiawaian para penyabot, Prien dan anak buahnya usai melakukan serangan, ternyata bisa balik lagi ke Jerman dalam keadaan selamat.

Akibat serangan tak terduga itu seluruh rakyat Inggris langsung shock mengingat efek yang ditimbulkan setara dengan saat Pearl Harbour dibokong Jepang. Setelah serangan ke Scapa Flow, U-boat Jerman menjadi kapal perang yang paling banyak menimbulkan kerugian besar terhadap armada Inggris. Sehingga Winston Churchill memerintahkan untuk segera menghancurkan U-boat Jerman dengan segala daya upaya. Mulai dari memburu di lautan luas sampai menghancurkan kapalkapal maut itu langsung ke pangkalannnya.

Aksi maut U-boat

Selain mendapat serangan telak di Scapa Flow, Inggris juga mengalami kerugian jutaan ton kapal dagangnya di lautan Atlantik. Pada 1939 saja, 114 kapal dagang Inggris berhasil dikaramkan Jerman. Tahun 1940 ketika Prancis berhasil dikuasai Jerman, serangan U-boat terhadap armada laut Inggris makin menjadi-jadi. Pasalnya, kapal-kapal selam Jerman yang berpang kalan di Prancis bisa menyergap armada laut Inggris dalam tempo lebih cepat karena jarak tempuhnya jadi lebih singkat. Apalagi, kapal-kapal selam Jerman itu kini punya pola serangan baru, yakni bekerja sama dengan Luftwaffe. Di udara pesawat memberi tahu posisi kapal Inggris kepada Admiral Doenitz yang berada di markas besarnya, Prancis. Selanjutnya berita itu segera dikirimkan kepada gerombolan kapal selam yang sudah siap melakukan penyergapan.





U-BOOT JERMAN - Salah U-Boot, U-29 yang mampu mengaramkan puluhan kapal Sekutu di lautan Atlantik. Tak hanya armada Inggggris, armada AS pun disikatnya. Sejumlah U-Boot bahkan berhasil merangsek sampai pantai AS.

Pasca jatuhnya Prancis, kerugian armada laut yang dialami Inggris sudah sangat parah. Winston Churchill sendiri sampai berani mengatakan, rakyat Inggris bisa-bisa mail kelaparan karena kapal-kapal dagang yang mengakut logistik sebagian besar berhasil disikat U-boat. Jika dilakukan hitungan, antara kapal yang sedang dibangun dan yang berhasil dikaramkan tidak sebanding. Pasalnya, jumlah kapal yang tenggelam jauh lebih besar dibandingkan kemampuan memproduksi jumlah kapal.

Pada awal PD II kemampuan Inggris untuk mencegah serangan U-boat memang masih lemah. Jumlah kapal perusak yang mampu melawan U-boat terbatas dan konvoi kapal dagang Inggris dalam jumlah besar justru menjadi kelemahan. Sebab rombongan U-boat yang rata-rata membawa 15 torpedo itu bisa bergerak lebih cepat dan mampu mengacaukan konvoi. Ketika konvoi sudah berpencar satu demi satu kapal-kapal dagang ditenggelamkan. Padahal jika dibandingkan dengan mangsanya, ukuran dan berat U-boat jauh lebih kecil. U-boat rata-rata hanya berbobot 500 ton, diawaki sekitar 40 orang, tapi mampu menenggelamkan kapal perang berbobot 30.000 ton yang diawaki lebih dari 1.000 pelaut.

Aksi di pantai AS

Pada tanggal 21 Desember 1941 setelah Jerman mengumumkan perang terhadap AS, U-boat mulai dikerahkan ke Atlantik Utara guna menghajar kapal-kapal dagang AS. Seperti Inggris, armada laut AS ternyata belum siap menghadapi amukan U-boat sehingga menjadi sasaran paling empuk. Apalagi kapal-kapal selam yang dikirim ke kawasan Atlantik Utara itu sudah mengalami modifikasi dan berkemampuan lebih baik dibandingkan U-boat yang digunakan untuk menghajar kapal-kapal Inggris. Baik kecepatan, senjata antiserangan udara maupun torpedonya, dibuat jauh lebih dahsyat sehingga kemampuan bunuhnya juga jauh lebih besar.





U-Boot dalam gambar adalah tipe VII yang sedang bersandar di lepas pantai Norwegia.

Misi tempur U-boat ke AS tak hanya mencegat kapal-kapal dagang yang berada di tengah lautan saja tapi langsung melaksanakan gempuran terhadap kapal kapal yang ada di pelabuhan. Pada awal serangan, sejumlah U-boat bahkan mampu melakukan serangan dengan mudah karena AS dan terutama, penduduknya yang tinggal di pantai sama sekali tak melakukan persiapan guna menghadapi serbuan U-boat. Suasana pelabuhan atau pangkalan AL yang masih penuh cahaya dimanfaatkan betul oleh U-boat sehingga tanpa kesulitan mereka bisa menandai kapal yang diserang merupakan kapal perang atau bukan. Selain melakukan gempuran terhadap kapal-kapal AS, U-boat juga menurunkan personel untuk menyusup ke daratan AS.

Tugas para penyusup antara lain melancarkan sabotase. Misalnya meledakkan jembatan atau rel kereta api dan membangun jaringan mata-mata. Berkat bantuan mata-mata, selama 1942 serangan U-boat terhadap kapal-kapal AS begitu menggila. Hal ini bisa terjadi karena AS sendiri belum mampu menangkalnya. Saking mudahnya musuh dihajar, kapal-kapal selam U-boat bahkan lebih sutra naik ke permukaan ketika melakukan serangan.

Akibat hajaran U-boat berbagai jenis, kapal AS termasuk kapal milik negara netral yang tenggelam mencapai 1.664. Bahkan ketika AS mengirim bantuan persenjataan ke Soviet yang saat itu sedang digempur habis Jerman, dari 34 kapal dagang yang dikirim, hanya 11 kapal yang bisa lolos. Duapuluh tiga kapal dagang lainnya musnah. Padahal kawalan terhadap konvoi bantuan tempur itu sudah sangat ketat.

Taktik melawan U-boat

Sebelum sampai pada kondisi yang paling parah, armada lautnya dibikin lumpuh total oleh sergapan U-boat. Inggris dan AS ternyata mampu menciptakan senjata, alat deteksi, kapal pemburu U-boat dan perangkat lainnya. Sehingga secara perlahan aksi teror U-boat mulai bisa ditaklukkan.

Senjata yang dikerahkan Inggris untuk melumpuhkan U-boat adalah kapal perang destroyer dan korvet yang mampu meluncurkan born antikapal selam ke dalam laut. Selain kapal perang, Inggris juga ternyata telah mampu menciptakan radar pesawat yang bisa menjejak U-boat Jadi ketika pesawat tempur yang sedang patroli memergoki U-boat mereka langsung meluncurkan born atau memberi tahu posisi kapal selam tersebut kepada patroli destroyer dan korvet. Berkat persenjataan baru yang berhasil melumpuhkan U-boat, jumlah U-boat yang berkeliaran di Atlantik Selatan cepat susut sekaligus menyelamatkan armada Inggris dari kehancuran total.



Di AS sendiri setelah setahun penuh armada lautnya dibantai U-boat, berkat born laut khusus Hedgehog dan radar yang bisa mencium keberadaan U-boat, secara perlahan ancaman U-boat dapat dihentikan. Hedgehog merupakan born laut yang bisa dilepas dalam jumlah besar dan polanya menyebar sehingga mengurung U-boat. Jika sudah dilepas, jarang sekali ada U-boat yang bisa bolos dari kepungan born laut jenis terbaru itu. AS juga mampu menciptakan born roket yang bisa menghantam sasaran lebih akurat.

Tahun 1943 benar-benar tahun kebalikan bagi armada U-boat. Kini mereka justru menjadi sasaran yang diburu-buru. Berkat pengerahan destroyer yang jumlahnya makin diperbanyak itu, sekitar 30 persen kekuatan U-boat berhasil dihancurkan. Kombinasi serangan destroyer dan pesawat tempur yang dipersenjatai roket akhirnya benar-benar mampu membungkam U-boat.

Seiring kekalahan Jerman di darat, akhirnya Admiral Donietz memutuskan untuk menyerah tanpa sarat kepada Royal Navy. Selain kekurangan kapal selam, Donietz juga kekurangan SDM. Maklum dari 800 U-boat yang dikerahkan di Atlantik, lebih dari 780 berhasil dikaramkan sekutu. Sedangkan dari 39.000 anak buahnya, tak kurang dari 32.000 tewas terkubur di bawah laut. (win)

Sabtu, 10 Desember 2011

Best Battleships of World War II - Facts and Issues

World War 2 - During the dark days of world war 2  people were shocked by the size and power of these great ships, some are now in the bottom of the dusty ocean while others are placed in many World War II   Naval museums.  It is in history at a country to be a superpower should have the best in air and sea.  But to measure the effectiveness of a country's navy is based on its war ships and  tactics. A great country with superb navy can be bitten by just few ships with great battleship and incredible tactics.  So here are the best battleships in the world during World War II.


Check out the The Battleships of World War 1 

10: HMS Hood

HMS Hood spent the remainder of her service operating from Scapa Flow, occupying the North Sea and Atlantic from the menace of German surface raiders. The ship was old, overloaded, and burdened with an insufficient armoring arrangement. However

Rabu, 23 November 2011

Haunebu: Proyek UFO Nazi jerman

Mungkin diantara netter banyak yang bertanya-tanya, jika pada jaman dahulu bangsa mesir kuno dan bangsa maya inca pernah melakukan kontak dengan bangsa alien yg memiliki teknologi yang sangat maju dan mengadopsi teknologinya. Mungkinkah di jaman sekarang, ada juga suatu suku/organisasi/negara yg pernah melakukan kontak dengan bangsa alien ini, bahkan berhasil mengadopsi teknologi mereka.
Terdapat alasan kenapa Hittler menyebut bahwa bangsa mereka merupakan keturunan asli bangsa Arya atau bangsa yang memiliki kelebihan yang luar biasa dari segala bidang. Kemungkinan Nazi Jerman jaman dahulu pernah melakukan kontak dengan bangsa alien dan mengadopsi salah satu teknologi mereka salah satunya yaitu pesawat anti gravitasi (Pesawat UFO) dan rekayasa genetika.